Bosz Tak Tahu Apapun Soal Dembele ke Barcelona

Peter Bosz mengakui bahwa ia tidak tahu sama sekali apakah Ousmane Dembele akan tetap menjadi pemain Dortmund di akhir musim panas ini.

Pemain 20 tahun kabarnya tengah diminati Barcelona, yang tengah mencari pemain bintang anyar untuk menggantikan Neymar, dan klub Spanyol juga tengah mengincar pemain Liverpool, Philippe Coutinho.

Dortmund belum lama ini menghukum Dembele karena absen latihan pekan lalu dan sang winger tak masuk dalam skuat untuk laga melawan Wolfsburg akhir pekan ini, usai sebelumnya sempat dikritik rekan setimnya, Sokratis Papastathopoulos.

Bosz, yang menangani tim sejak Juni silam, siap menyambut pemain Prancis kembali ke tim utama, namun tak yakin dengan masa depan yang bersangkutan.

“Saya akan fokus pada para pemain yang ada di sini. Ousmane tidak ada di sini,” tutur Bosz menurut Goal International.

“Saya tidak tahu bagaimana jadinya nanti. Ousmane pemain dan anak yang baik. Kami akan bicara bagaimana cara agar dia bisa kembali, jika dia memang bertahan.”

“Komentar Sokratis disampaikan dengan cara yang amat baik. Ous adalah anak yang baik, namun apa yang ia lakukan tidak benar.”

Orang Terkaya Afrika Ancam Pecat Wenger di Arsenal

Arsene Wenger akan dipecat dari jabatan sebagai manajer Arsenal, andai milarder Nigeria, Aiko Dangote, berhasil membeli klub Premier League.

Wenger sudah menangani tim utama Arsenal sejak 1996, membawa Gunners memenangkan tujuh trofi Piala FA, tiga gelar Premier League, dan masuk final Liga Champions sekali.

Tak pernah lagi memenangkan liga sejak 2003/04, tekanan kini terus diarahkan pada pria Prancis, yang sudah beberapa kali didesak untuk meninggalkan posisinya.

Wenger mengikat kontrak dua tahun di klub pada akhir musim lalu, meski tim finish di peringkat lima klasemen akhir. Dan andai Dangote mengambil alih, ia akan mengakhiri era Wenger di klub.

“Hal pertama yang akan saya ubah adalah pelatih,” tutur Dangote, yang berambisi membeli Arsenal, menurut Bloomberg.

“Dia sudah melakukan kerja bagus, namun orang lain juga bisa mencoba keberuntungan mereka di tim.”

Arsenal memulai perjalanan mereka di musim 17/18 dengan menang 4-3 atas Leicester City pekan lalu.

Montella Usai Bantai Shkendija: Awal Yang Menjanjikan

Pelatih AC Milan, Vincenzo Montella mengungkapkan rasa bahagianya usai timnya meraih kemenangan telak enam gol tanpa balas melawan Shkendija di kualifikasi Liga Europa.

AC Milan menunjukkan kekuatannya pada pertandingan di San Siro tersebut. Di babak pertama, Rossoneri sudah unggul saat pertandingan baru memasuki menit ke-13 lewat aksi Andre Silva. Kemudian Riccardo Montolivo menggandakan skor pada menit ke-25 sebelum tiga menit kemudian Silva mencetak gol keduanya.

Unggul tiga gol di babak pertama tak membuat mereka mengendur usai jeda. Fabio Borini mencetak gol pada menit ke-67 sebelum semenit kemudian Luca Antonelli menambahkan gol dan Montolivo menutupnya lewat gol keduanya lima menit sebelum waktu normal usai.

“Saya sangat senang dengan cara tim ini berkembang. Kami baru di awal, tapi ini awal yang menjanjikan. Ini juga memuaskan melihat antusiasme dari fans di stadion. Ini memberi kami dorongan ekstra,” ujarnya.

“Secara natural, permainannya langsung berada di jalur yang tepat dan mungkin lebih baik dari perkiraan kami,” sambungnya.

“Secara umum, ini adalah malam yang sangat positif. Kami tak akan bersantai untuk leg kedua, karena setiap pertandingan adalah kesempatan untuk memperbaiki diri,” tambahnya.

Meskipun mengaku senang dengan kemenangan telak tersebut, Montella juga menyayangkan cedera Giacomo Bonaventura pada pertandingan tersebut.

“Satu-satunya yang negatif dari malam ini adalah cedera Bonaventura, tapi kami berharap ini tak serius. Ada rasa sakit di pahanya,” tandasnya.

Chelsea Akan Rugi 20 Juta Pounds Karena Costa

Chelsea disebut sudah siap untuk menerima tawaran untuk Diego Costa, dengan nilai yang jauh di bawah standar harga yang mereka tetapkan untuk sang striker, menurut The Sun.

Costa tak masuk dalam rencana utama klub musim ini di Stamford Bridge, dan sudah lama dikaitkan dengan rencana kembali ke Atletico Madrid.

Namun tim Spanyol hanya bersedia membayar maksimal 30 juta pounds, 20 juta lebih murah dari bandrol yang disematkan Chelsea untuk top skorer mereka di musim 16/17.

Meski begitu, Chelsea sudah tak tahan lagi dengan semua keributan yang ditimbulkan oleh pernyataan Costa belakangan ini. Mereka siap melepasnya ke Spanyol, meski harus merugi dalam transfer tersebut.

Costa sendiri mendapat pesan singkat dari manajer Antonio Conte musim panas ini. Manajer Italia itu mengatakan pada sang striker untuk segera mencari klub anyar, karena jasanya tak lagi dibutuhkan.

Keduanya sempat cekcok di pertengahan musim lalu, usai Costa mendadak minta dijual ke Tiongkok setelah Tianjin Quanjian berjanji memberinya gaji besar.

Conte dan Costa sempat berdamai hingga Chelsea menjadi juara liga, namun begitu musim berakhir sang manajer sepertinya memutuskan bahwa ia tidak bisa bekerja sama dengan pemain bertemperamen tinggi seperti Costa.

PSG Tak Siap Jual Draxler ke Barcelona

Pembelian termahal dunia, Neymar, tidak akan memaksa PSGuntuk melepas Julian Draxler, meski ada ketertarikan dari Barcelonauntuk pemain Jerman.

PSG tidak berniat untuk berpisah dengan Draxler di musim panas ini, dan sang gelandang akan diberi kesempatan bersinar di musim 17/18.

Draxler dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Konfederasi 2017 usai Jerman menang atas Chile di final, dan talentanya menarik perhatian Barcelona, yang tengah mencari bintang baru usai melepas Neymar dengan harga 222 juta euro.

Arsenal dan Liverpool sebelumnya juga tertarik dengan sang playmaker. Namun demikian, klub Ligue 1 sepertinya masih belum mempertimbangkan untuk melepas jasa pemain 23 tahun.

Sikap penolakan juga muncul dari agen sang pemain, yang yakin kliennya punya komitmen untuk meraih sukses di Prancis.

“Draxler akan bertahan, dia tidak akan pergi ke manapun di musim panas,” tutur Roger Whitmann di Bild.

“Di sini, klub terus mengandalkan dirinya untuk masa depan dan semoga dia akan bertahan di Paris.”

Parma Mampu Bangkit, Buffon Girang

berita bola Pada akhir musim 2014-2015 memang menjadi musim yang sangat menyedihkan untuk pecinta Liga Italia, khususnya AC Parma. Bagaimana tidak, klub yang dikenal sebagai salah satu dari enam raksasa Liga Italia era 90’an harus gulung tikar karena sudah tak lagi mendapatkan keuntungan.

Situasi tersebut pun membuat Parma harus merangkak lagi dari Serie D atau kasta non-profesional untuk bisa kembali berpartisipasi di kompetisi tertinggi. Namun tak disangka, Parma yang dibentuk lagi dengan nama baru SSC Parma 1913 mampu tampil impresif, dan hanya butuh dua musim untuk bisa promosi ke Serie B.

berita bola Mengetahui kesuksesan Parma tersebut membuat salah satu pemain binaan klub berjuluk I Gialloblu itu, yakni Gianluigi Buffon, berkomentar. Ia mengaku sangat senang melihat klub masa kecilnya itu mampu bangkit dari keterpurukan.

Di Parma saya lahir sebagai seorang kiper, yang kemudian tumbuh menjadi seorang pesepakbola sejati. Parma menjadi dasar bagaimana sosok saya sekarang,” tulis Buffon dalam akun Instagram-nya, seperti dikutip dari Goal, Kamis (22/6/2017).

“Promosi ini sungguh luar biasa untuk kembali ke masa depan (yang cerah). Namun perjuangan masih berlanjut, tapi saya memberikan applause (untuk mereka). Kebanggaan saya,” tuntas kapten Timnas Italia tersebut. berita bola