Camat dan Kapolsek Bakal Dilibatkan Awasi Dana Desa

cerita sex Camat dan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) bakal dilibatkan untuk mengawasi dana desa. Dengan begitu diharapkan dana desa dapat optimal untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa.

“Rencana camat dan kapolsek akan jadi pengawas dana desa. Kami enggak ingin model kayak di Madura, anggaran (desa) Rp 200 juta dipotong oknum kejaksaan, oknum inspektorat daerah. Harus jelas siapa yang mengontrol,” kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

Hal itu disampaikan Tjahjo saat memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Camat wilayah Indonesia Timur di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (12/10).

Menurutnya, masyarakat desa tak mungkin melakukan protes kepada kepala desa (kades). Karena itu, camat dan kapolsek bakal difungsikan, apalagi dana desa hampir di atas Rp 1 miliar setiap tahun.

Pada bagian lain, dia menyatakan, sejauh ini para camat masih dipandang sebelah mata. Berbeda ketika era Orde Baru (Orba). Ketika itu, camat memiliki peran sentral.

Dia berharap melalui forum Rakornas, camat-camat yang hadir memberikan saran. Khususnya, untuk peningkatan fungsi dan efektivitas camat.

“Seolah-olah camat itu antara ada dan tiada. Nanti ada lagi forum serupa ini di Sumatera. Pertemuan begini penting, supaya ada komunikasi antar camat di Indonesia,” ujarnya. cerita sex

Dia menyatakan, sejatinya camat merupakan posisi strategis. Dia meminta para camat turut menjaga stabilitas wilayah. Diingatkan bahwa camat tak bisa bekerja sendiri.

“Di kecamatan itu ada kapolsek, danramil (Komandan Rayon Militer), aparatur desa, termasuk lurah. Lalu ada tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat yang tidak bisa dipisahkan dalam setiap pengambilan keputusan,” tegasnya.

Memasuki tahun politik pada 2018, menurut Tjahjo, para camat perlu mencermati dinamika di masyarakat.

“Harus mampu jaga stabilitas, pemilih ada di bawah, bagaimana tim sukses, partai politik, calon. Camat harus paham ini, dinamika bagaimana, organisirnya seperti apa, harus mampu koordinasi serta mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi,” ungkapnya.

Rakornas mengangkat tema “Peran Strategis Camat Dalam Peningkatan Pelayanan Publik Dan Implementasi Koordinasi Wilayah Dalam Menjaga Keutuhan NKRI”.

Turut hadir di antaranya, Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu serta Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Eko Subowo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *